Kepaladesa dipilih langsung melalui pemilihan kepala desa (PILKADES) oleh penduduk desa setempat”. Dalam pasal 202 Undang – Undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, disebutkan bahwa : Pemerintah Desa terdiri atas kepala Desa dan perangkat Desa. Kepala Desa sebagai dimaksud (pasal 202 ayat 1) dipilih langsung oleh LUWUTIMUR - Sebanyak 61 kepala desa (kades) terpilih dari 11 Kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, secara resmi dilantik hari ini, Kamis (18/11 21). 61 Kades ini, merupakan hasil Pilkades Serentak yang dilaksanakan pada 02 November 2021 lalu. 129Kepala Desa Dilantik. “Kepala desa terpilih hendaknya mampu menjaga kepercayaan dan memimpin warganya untuk lebih maju dan sejahtera serta ikut membangun dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan sesuai visi Bupati – Wakil Bupati Timor Tengah Selatan periode 2014 – 2019 yakni terwujudnya kehidupan masyarakat Timor BeritaDesa. Recruitment dan Seleksi Calon Peserta TKM Konveksi. Pada Hari Jumat (24/6/2022) pukul 09.00 WIB, bertempat di Aula Balai Desa Linggar sebanyak 20 orang yang termasuk kedalam usia produktif di Desa Linggar, mengikuti Recruitment dan Seleksi Calon Peserta TKM Konveksi. Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) merupakan program unggulan Keberhasilandesa Situ Udik sendiri tidak terlepas dari sosok kepala desa mereka Enduh Nuhudawi. Kepala desa ini menerapakan suatu system gotong royong yang diberi nama program Dana Rereongan Sarumpi, yaitu suatu program yang membawa pak pc4ujL7. HomeBukuBuku Remaja dan AnakBuku Islami AnakAtur jumlah dan catatanjumlahStok Total Sisa 10 Buku panduan membangun kepala desa teladanKondisi BaruMin. Pemesanan 1 BuahEtalase Semua EtalaseBerat KgMin. Pemesanan 1Asuransi TidakSELAMAT DATANG DI TOKO BUKU ONLINE KAMISemoga buku buku yang kami tawar kan di branda kami bisa membantu anda dalam menemukan buku buku pilihan anda.GARUDABOOKSTOREMEDANANAKBANGSACERDASBUKUBARUMASIHSEGELHARGAPROMOORIGINAL100%INSYAALLAH KAMI AMANAHRAK TOKO perti hukumTIPS BELANJA!Untuk menghemat ongkos kirim anda bisa membeli beberapa produk sekaligus dengan ongkos kirim yang sama. Ongkir dihitung per kilo bukan per produk ^^SALAMLITERASISELAMAT BERBELANJAAda masalah dengan produk ini?ULASAN PEMBELI Server error 503 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Magetan ini diuraikan dalam bentuk Matrik yang dapat dilihat pada Tabel 6 berikut Tabel 4 FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDORONG PELAYANAN DINAS PARBUDPORA KABUPATEN MAGETAN TERHADAP PENCAPAIAN VISI MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH VISI “TERWUJUDNYA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MAGETAN YANG ADIL, MANDIRI DAN BERMARTABAT” PERWUJUDAN VISI - Sejahtera secara hakiki Masyarakat berkecukupan kebutuhan dasar sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan, serta didukung oleh kemampuan daya beli yang layak. - Kesejahteraan yang adil Kesejahteraan yang dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Magetan tanpa terkecuali, sesuai dengan ukuran dan tingkatan masing-masing. - Kesejahteraan yang mandiri Masyarakat dan daerah mampu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri. - Kesejahteraan bermartabat Kesejahteraan yang diraih dari hasil kerja keras secara profesional, sebagai perwujudan masyarakat yang memiliki harga diri yang tinggi, dan memiliki moral terhormat. NO MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH FAKTOR PENGHAMBAT FAKTOR PENDORONG 1. MISI Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Pengaruh globalisasi dengan adanya internet kadangkala memberikan pengaruh buruk bagi generasi muda. Pembangunan sarana peribadatan antara lain mesjid sedang digalakkan di Magetan, sebagai contoh Mesjid Jami’ Baitussalam. 2. MISI Mewujudkan kepemerintahan yang baik, dan peningkatan SDM yang profesional, dilandasi semangat pelaksanaan otonomi daerah. Disiplin pegawai yang harus lebih ditegakkan, serta masih kurangnya SDM yang profesional di Kabupaten Magetan Berbagai penghargaan ting-kat nasional 11 penghar-gaan, seperti 1. Pembina Terbaik Gotong Royong 2. Pelaksana Terbaik Pemanfaatan Lahan Pekarangan HATINYA PKK 3. Piala Adipura 4. Piala WTN Wahana Tata Nugraha 5. Piala Adiwiyata 6. Swastisaba Padapa 7. Maggala Karya Bhakti Husada 8. Adikarya Pangan Nusantara 9. Piagam Peningkatan Produksi Beras di atas 5% 10. KUA Teladan 11. Tenaga Kesehatan Teladan. 3. MISI Menggairahkan perekonomian daerah, melalui berbagai program pengungkit, dan optimalisasi pengembangan SDM serta pengelolaan SDA yang berwawasan lingkungan.  Penataan PK5 yang masih menjadi problematika tersendiri, khususnya di daerah wisata,  Penyesuaian kegiatan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah/Kawasan yang telah ditetapkan.  Pembangunan di wilayah-wilayah lereng yang tidak stabil melebihi dari 40%, agar lebih ditertibkan karena dapat mengakibatkan bencana longsor dan membahayakan bagi lingkungan PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah bruto yang tidak dipengaruhi oleh faktor inflasi tetapi hanya dipengaruhi oleh kuantum atau jumlah produksi. PDRB atas dasar harga berlaku mulai tahun 2010 sampai dengan tahun 2012, berturut-turut adalah Rp. Milyar, Rp. Milyar, dan Rp. Milyar. Sektor yang paling besar sumbangannya terhadap totalitas nilai PDRB adalah Sektor Pertanian, menyusul Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010, 2011 dan 2012 berturut-turut adalah 5,79%, 6,16% dan 6,39%. Hal ini menunjukkan perkembangan kegiatan ekonomi yang semakin baik, lebih di atas 6%. 4. MISI Mewujudkan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai guna menunjang pertumbuhan ekonomi daerah. Masih banyak sarana dan prasarana infrastruktur yang belum sesuai dengan standar sarana dan prasarana perkotaan, seperti yang tertera pada UU No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan dan Kepmen PU No. 630/KPTS/M/2009 tentang Penetapan Ruas-ruas Jalan sebagai Jalan Arteri Primer dan Kolektor Primer yang menghubungkan antar Ibukota. Pembangunan drainase yang belum menyeluruh di jaringan jalan utama, demikian juga untuk sarana prasarana air bersih, persampahan, listrik dan telepon Panjang jalan yang ada di Kabupaten Magetan menurut Buku Magetan Dalam Angka Tahun 2013 adalah 572,24 km yang terbagi atas jalan Negara sepanjang 12,01 km, jalan propinsi 34,430 km dan jalan kabupaten 525,810 km. Dengan dibangunnya Jembatan Gandong 2 dan 3 aksesibilitas penduduk Magetan semakin meningkat. Demikian juga dengan dibangunnya Jalan Tembus Sarangan Cemoro Sewu-Tawangmangu, maka arus transportasi dan wisatawan dari dan ke arah Jawa Tengah dapat melewati Kawasan Wisata Sarangan dan sekitarnya, hal ini merupakan potensi yang baik bagi peningkatan PAD dari kepariwisataan, seperti perhotelan, restoran dan lain-lain. 5. MISI Mewujudkan suasana aman dan damai, melalui penegakan, kepastian dan perlindungan hukum. Kedekatan geografis dengan wilayah Jawa Tengah, yang ditengarai menjadi tempat bersembunyi teroris menuntut aparat keamanan harus terus waspada. Selama ini di Kabupaten Magetan situasi kondusif, aman dan damai, semoga kepastian dan perlindungan hukum tetap ditegakkan di bumi Magetan tercinta ini. PROGRAM PRIORITAS “DITATA INDAH PLUS INSANI” FAKTOR PENGHAMBAT FAKTOR PENDORONG 1. PENDIDIKAN, meliputi Rehabilitasi Gedung Sekolah Peningkatan Infrstruktur Penunjang Pembangunan Perpustakaan Pembinaan Kualitas Guru dan Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Pendidik Program Wajib Belajar 12 Tahun Pemberian Beasiswa. Jumlah sekolah yang ada di Kabupaten Magetan tahun 2012, SD sebanyak 500 sekolah, SMP mencapai 54 sekolah, SMU 13 sekolah, SMK 30 sekolah mencakup swasta dan negeri. Sehingga tentunya dibutuhkan dana yang tidak sedikit dan juga dilaksanakan secara tahap demi tahap sehingga kesemua program pendidikan tersebut dapat terpenuhi. Masih terdapat angka putus sekolah, SD/MI sebesar 0,02%, SMP/MTs sebesar 0,07% dan SMA/SMK/MA sebesar 0,10%. Pada tahun 2008, terdapat 9,84% penduduk usia 10 tahun ke atas tidak dapat baca tulis, dan angka ini berkurang pada tahun 2011 menjadi 6,76%. Pada tahun 2011, anak usia 7-12 tahun 99,84% sudah bersekolah di SD/MI, anak usia 13-15 tahun rata-rata sudah bersekolah di SMP/MTs dan anak usia 16-17 tahun rata-rata sudah bersekolah di SMA/SMK/MA. 2. PERTANIAN, meliputi Ketersediaan Bibit Unggul Keseimbangan Penggunaan Pupuk Organik dan Kimia Ketersediaan Air di Musim Kemarau Pembangunan/Reha bilitasi Jaringan Irigasi Usaha Tani Jitut & Jaringan Irigasi Desa Jides Mekanisasi Pertanian Stabilisasi Harga Produksi Saat Panen Permodalan Petani Kepemilikan Luas Lahan oleh Petani. Bidang pertanian yang sangat berkaitan dengan Pariwisata yaitu Agrowisata. Kabupaten Magetan sudah memprioritaskan agrowisata untuk tanaman jeruk pamelo, durian dan strawberi. Kendalanya upaya pemerintah masih belum sepenuh hati untuk mengelola Agrowisata. Konsep perencanaan agrowisata yang memiliki link dengan jalur-jalur wisata yang lain perlu diciptakan, karena belum ada. Petani strawberi di Kabupaten Magetan, khu-susnya di Kawasan Sara-ngan dan sekitarnya sudah memetik hasil jerih payah yang cukup besar. Untuk akhir pekan, petani bisa mendapatkan minimal sampai Rp. hari-hari biasa, minimal Rp. Apabila Magetan dibuat suatu kawasan seperti Taman Buah Mekarsari, penataan agropolitan, dengan konsep Padahal potensi buah-buahan seperti mangga juga sayur mayur juga dapat dijadikan komoditi bagi kegiatan agrowisata di Kabupaten Magetan. terpadu, tentunya Magetan akan mendapat-kan PAD yang lebih banyak lagi dari agrowisata ini. 3. PARIWISATA, meliputi Pengembangan Kawasan Wisata Peningkatan Sarana dan Prasarana Penunjang Kepariwisataan Program Promosi Wisata. Pariwisata sampai dengan Tahun 2013 ini diharapkan menghasilkan PAD sampai Rp. 4,95 Milyar, sesungguh-nya merupakan kontribusi yang cukup signifikan bagi pembangunan Magetan. Namun kenyataannya pem-bangunan kepariwisataan masih dilihat dengan sebelah mata. Untuk itu diharapkan untuk 5 tahun ke depan Pariwisata dapat menjadi primadona pembangunan, dan anggaran untuk kepari-wisataan agar lebih diprioritaskan dan jumlahnya ditambah. Karena sector pariwisata mempunyai multi-plier effect yang sangat besar bagi rakyat dan pembangunan di Kabupaten Magetan. Pengembangan Kawasan Wisata, Pembangunan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan dan program promosi pariwisata di dalam dan luar daerah merupakan program prioritas peme-rintah, diharapkan dapat diwujudkan minimal dalam 5 tahun ke depan. 4. INDUSTRI, meliputi Pengembangan Industri Kecil/Menengah yang Potensial Agroindustri Pengembangan Usaha/Industri Kerajinan Potensial Penguatan Pangsa Pasar Perlindungan Pada Usaha Ekonomi Lemah Penguasaan dan Pemanfaatan IPTEK Peningkatan Keterampilan SDM sebagai sarana diversifikasi usaha ekonomi. Pengembangan industri kecil/ kerajinan sangat berkaitan erat dengan industri kepari-wisataan, dapat meningkat-kan PAD dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kendalanya adalah keterse-diaan dana yang belum memadai. Perlu dicari dana bantuan alternatif yang dapat dikucurkan bagi industri kecil, termasuk agro-industri. Agroindustri, dan industri kecil antara lain kulit dan anyaman bambu, makanan khas Magetan, dll, merupakan industri penun-jang bagi kegiatan kepari-wisataan di Kabupaten Magetan sejauh ini sudah dapat diandalkan. Diharap-kan pada tahun-tahun yang akan datang, akan lebih meningkat lagi. 5. PERDAGANGAN, meliputi Pembangunan dan Rehabilitasi Pasar-pasar Pembangunan Sentra-sentra Ekonomi/ Perdagangan baru Penerapan Sistem Manajemen Tata Niaga Perdagangan Terintegrasi. Kendala pada sektor perda-gangan di Kabupaten Mage-tan, adalah perencanaan dan konstruksi pasar yang belum sesuai dengan keinginan para pedagang karena belum melibatkan para pedagang di dalam proses perencanaannya, akibatnya banyak pasar yang sudah dibangun, tetapi kios-kiosnya tidak Sektor perdagangan ber-sama hotel dan restoran menjadi sumber terbesar pertumbuhan ekonomi Kabupaten Magetan. Sektor ini menyumbang 27,6% terhadap total PDRB Kabupaten Magetan atas dasar harga berlaku tahun 2012 dan 28% terhadap total PDRB atas dasar harga ditempati oleh para pedagang. Hal itu perlu dicari titik temu supaya pemba-ngunan pasar dapat diguna-kan oleh pedagang. Karena pembangunan fasilitas perda-gangan yang menarik dan estetis akan menarik pengunjung, juga wisatawan yang datang. konstan. Peluang yang baik untuk kegiatan perdagangan dan pariwi-sata di Kabupaten Magetan. 6. KESEHATAN, meliputi Peningkatan Sarana dan Prasarana Kesehatan Rumah Sakit & Puskesmas Peningkatan Puskesdes dan Bidan Desa Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Tenaga Medis Sistem Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas Secara Adil, Merata dan Terjangkau. Untuk jaminan pelayanan bagi wisatawan di kawasan wisata, diperlukan klinik kesehatan yang dapat melayani Kawasan Wisata. Hal ini juga perlu dipertimbangkan dalam perencanaan kegiatan untuk masa yang akan datang. Adanya program peningkat-an sarana dan prasarana kesehatan merupakan indikasi bahwa kepala dae-rah mempunyai komitmen yang khusus dibidang pelayanan kesehatan, diharapkan daerah wisata, juga disediakan klinik kesehatan agar tercapai system pelayanan kesehatan yang berkualitas secara adil, merata dan terjangkau termasuk men-jangkau kawasan wisata khususnya pada waktu-waktu puncak peak hour. 7. INFRASTRUKTUR, meliputi Peningkatan Kualitas Jalan dan Jembatan Peningkatan Fasilitas Umum Lainnya Tempat Ibadah, Sarana Olahraga, Terminal, Taman Kota, dll. Peningkatan Prasarana Pemerintahan Daerah Perlunya dana yang cukup besar bagi peningkatan kualitas jalan dan jembatan, tempat parkir terutama di daerah wisata. Demikian pula peningkatan fasilitas umum seperti Tempat Ibadah, Sarana Olahraga, terminal wisata serta taman-taman kota, juga taman-taman di daerah wisata. Adanya program untuk peningkatan infrastruktur khususnya yang medukung kegiatan pariwisata, kebudayaan, pemuda dan olahraga, merupakan itikad baik kepala daerah untuk membenahi Kabupaten Magetan kearah yang lebih baik di masa yang akan dating. 8. PENGENTASAN KEMISKINAN, meliputi Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni RTLH Pemberdayaan Masyarakat Miskin Perlu Pemutakhiran Data RTLH dan Penduduk Miskin sehingga pemberdayaan masyarakat miskin dan pembangunan RTLH tepat sasaran. Jumlah bantuan untuk RTLH semakin bertambah, berdasarkan data tahun 2012, RTLH yang telah direhabilitasi sebesar rumah. Tentunya tahun 2013 semakin bertambah jumlah RTLH yang direhabiltasi. VISI BERSAMA MEMBANGUN DESA MELALUI TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BERSIH, TRANSPARAN, AKUNTABEL DAN PARTISIPATIF MENUJU DESA YANG MAJU, MANDIRI DAN BERBUDAYA BERLANDASKAN AHLAKUL KARIMAH MISI Mewujudkan dan meningkatkan serta meneruskan tata kelola pemerintahan Desa yang lebih baik; Meningkatkan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat desa dan daya saing desa; Mewujudkan kepemimpinan yang baik, bijaksana, tegas dan berwibawa; Mewujudkan keamanan dan ketertiban dilingkungan desa Cigentur Meningkatkan kesehatan, kebersihan desa serta mengusahakan Jaminan Kesehatan Masyarakat melalui program pemerintah. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan mewujudkan Badan Usaha Milik Desa BUMDes dan program lain untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa; Meningkatkan sarana dan prasarana dari segi fisik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, olahraga dan kebudayaan di desa. Meningkatkan kehidupan sosial yang harmonis, toleran, saling menghormati dalam kehidupan berbudaya berlandaskan keimanan dan ketakwaan di desa Cigentur Mengedepankan kejujuran, keadilan, transparansi dalam kehidupan sehari – hari baik dalam pemerintahan maupun dengan masyarakat desa. Memelihara keseimbangan lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan dengan memanfaatkan sumberdaya alam untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. PROGRAM KERJA BIDANG PEMERINTAHAN Pemerintahan desa merupakan unit terkecil dari pemerintahan nasional, dimana berbagai permasalahan dimulai dari desa. Untuk itu pemerintahan desa harus solid, akuntabel, profesional, amanah serta ramah dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut diatas dan menciptakan pemeritahan yang baik Good Government perlu dilakukan beberapa hal ; Pembenahan Aparatur Pemerintah Desa Aparatur pemerintah desa Cigentur perlu dibenahi dan dibina agar masing-masing bidang dapat berfungsi dengan baik dan melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing, sehingga tidak tejadi tumpang tindih tugas. Dengan demikian diharapkan aparatur desa akan mendapat kepercayaan dari masyarakat. Peningkatan Pelayanan Publik Pelayanan terhadap masyarakat perlu ditingkatkan sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh pelayanan sesuai dengan kebutuhan dengan tidak membeda-bedakan status dalam masyarakat, sepanjang pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat tidak bertentangan dengan norma-norna dalam masyarakat dan hukum yang berlaku. Transparansi Keuangan Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Kepala Desa dan aparaturnya, masalah keuangan harus transparan terbuka. Transparansi keuangan yang dimaksud adalah dimana masyarakat harus mengetahui sumber-sumber keuangan yang didapat dengan pengalokasianya minimal satu kali dalam setahun dan membuat laporan kepada BPD dan disosialisasika kepada masyarakat melalui RT. Sinergisitas dengan BPD Badan Permusyawaratan Desa BPD yang anggotanya merupakan tokoh/wakil masyarakat dan sebagai mitra sejajar Kepala Desa serta penampung aspirasi masyarakat harus diajak musyawarah terutama menyangkut masala-masalah yang strategis terhadap pembangunan didesa. Selan itu BPD juga dapat diminta pendapat sesuai dengan tugas dan fungsinnya. BIDANG PEMBANGUNAN Pembangunan pada hakekatnya adalah mengadakan perubahan terhadap sesuatu dari yang tidak/kurang baik menjadi baik, dari yang tidak manfaat menjadi manfaat dan dari rusak menjadi bagus. Pembagunan ada dua macan yaitu pembangunan mental atau Akhlak dan penbangunan Fisik Bidang Pembangunan Akhlak Pembangunan akhlak diarahkan untuk menjadi manusia yang berahlaqul karimah sehingga teu unggut kalinduan teu gedak kaanginan dalam menghadapi tantangan hidup. Sarananya adalah pengajian-pengajian diskusi-diskusi keagamaan, hal ini perlu mendapat perhatian serius terutama generasi muda untuk menghadapi tantangan jaman yang semakin berat. Bidang Pembangunan Fisik 1 Pembanguan Sarana Transportasi Pembangunan sarana transportasi diiarahkan untuk menjaga perekonomian masyarakat yaitu dengan pengaspalan/Betonisasi jalan dan pembangunan gang agar transportasi hasil pertanian, home industry lancar dan menekan biaya angkut. 2 Pembangunan Sarana Kesehatan antara lain Posyandu 3 Pembangunan Sarana Keamanan antara lain Pengadaan POSKAMLING di setiap dusun. 4 Pembangunan Sarana Pendidikan diarahkan kepada pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal antara lain TK, SD/MI, SLTP, SLTA . Sedangkan pendidikan non formal diantaranya Kelompok Bermain, TPA, DTA dan Pondok Pesantren . 5 Pembangunan Sarana Olahraga, antara lain lapangan futsal, lapangan volley, bulu tangkis dll. 6 Pebanguan Sarana Seni dan Budaya Bidang seni Pengadaan alat – alat seni tradisional seperti kuda ronggeng, dll. Bidang Budaya Pembanguna tempat ibadah mushola/mesjid/majlis, Pembanguan atau rehab RTLH. Bidang Pertanian dan Peternakan Sebagian besar penduduk Cigentur adalah hidup dari pertanian. Untuk itu wajar apabila pertanian mendapat perhatian serius. Selain pertanian, Cigentur berpotensi dibidang peternakan dan perikanan Yang perlu ditingkatkan pada bidang ini antara lain 1 Penyuluhan kepada para petani/peternak 2 Pengaturan air untuk pertanian 3 Membentuk/mengoftimalkan kelompok Tani dan gapoktan Bidang Indrustri Kecil dan Kerajinan Indrustri kecil dan kerajinan berpotensi untuk bisa meningkatkan perekonomian. Hal ini perlu dibina dan dikembangkan untuk lebih maju lagi, salah satunya dengan membentuk kelompok pengrajin/pengusaha yang dikelola secara profesional serta mengupayakan bantuan dana dari dinas/UPT terkait. BIDANG SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN Bidang sosial dan kemasyarakatan meliputi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa LPMD adalah lembaga kemasyarakatan yang bertujuan menggerakan dan mengembangkan partisipasi, gotong royong dan fungsinya. Pembinaan Kinerja RT dan RW Rukun Tetangga RT merupakan pemimpin yang paling bawah dan paling dekat dengan masyarakat. Permasalahan-permasalahan muncul dilingkungan masyarakat sehingga keberadaan RT,dan RW. Perlu dibina dalam menyelesaikan masalah dilingkunganya. Pembinaan Generasi Muda Pembinaan generasi muda sangat penting karena generasi muda adalah pemilik negara dimasa yang akan datang. Oleh karena itu yang sangat penting menbina akhlak melalui pengajian-pengajian, ceramah agama, diskusi keagamaan melalui wadah Remaja Mesjid, Karang Taruna dan yang sejenisnya. Selain akhlak generasi muda harus kuat fisiknya yaitu melalui pembinaan olah raga, melalui wadah Karang Taruna, Club-club olah raga, yang semuanya untuk mendukung dan berperan dalam memajukan desa Cigentur. Pembinaan PKK PKK merupakan wadah pembinaan ibu-ibu diharapkan peranya dalam masyarakat dapat meningkatkan peran ibu dalam pendidikan anak, meminimalisir kenalan remaja, pergaulan bebas kekerasan terhadap anak. Karena ibu adalah pendidik anak yang pertama dan utama dalam keluarga, sehingga ketika anak remaja meskipun Anak Gaul tapi berakhlak mulia. Lembaga lain Lembaga lain yang berada di desa harus dapat memberikan kontribusinya terhadap kemajuan pembangaunan Desa Cigentur. 1. Badan Usaha Milik Desa BUMDes BUMDes merupakan badan profit yang harus mampu meningkatkan PAD. Lembaga ini belum berfungsi karena belum ada usaha yang betul-betul dapat dikelola sehingga perlu diupayakan modal dan penguatan kelembagaannya. SASARAN YANG INGIN DI CAPAI BIDANG PEMERINTAHAN Pemerintah Desa menjalankan Fungsi Managemen Dengan baik Pemerintah Desa Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan amanah Pelayanan kepada masyarakat cepat, mudah, dan ramah Tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah desa baik pada bidang pelayanan maupun bidang keuangan Tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada RT/RW dalam menangani permasalahan yang timbul dalam masyarakat BIDANG PEMBANGUNAN Terbentuknya masyarakat Cigentur yang Agamis, Berakhlak mulia dan menghargai orang lain Tersedia Fasilitas transportasi, kesehatan, pendidikan, keamanan, yang memadai sehingga masyarakat akan lebih mudah dan nyaman dalam menggunakannya. Meningkatkan hasil pertanian sehingga masyarakat sejahtera Terciptanya Cigentur sebagai daerah pertanian, perikanan dan peternakan Berfungsinya kelompok tani/ternak sebagai wadah bagi petani/peternak Meningkatkan pendapatan masyarakat dari hasil kerajinan Terbentuknya koperasi pengrajin dan koperasi petani BIDANG SOSIAL BUDAYA DAN KEMASYARAKATAN Terbentuknya generasi muda yang berakhlak mulia Terbentuknya Forum Remaja Masjid desa Cigentur. Terbentuknya Karang Taruna serta kegiatanya Terbentuknya club olah raga desa Cigentur. Berfungsinya PKK sebagai wadah dan pembinaan ibu-ibu, serta terbentuknya Dasawisma. Lestarinya adat dan budaya di desa Cigentur. Berfungsinya lembaga – lembaga yang ada di Desa Cigentur penyusun SIDIK PERMANA. JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Mendagri Tjahjo Kumolo menerima kunjungan Menteri Pembangunan Luar Bandar Malaysia, Datuk Seri Rina Mohd Harun. Dalam pertemuan, dibahas mengenai rencana pelatihan kepala desa kedua negara."Untuk bisa saling sharing, kami sepakat para kepala desa teladan yang memiliki inovasi – inovasi dan berprestasi yang akan kami pilih untuk tahap pertama, kami akan kirim berkunjung ke Malaysia, saling belajar, tukar pengalaman dan transfer ilmu pengetahuan terkait tata kelola desa. Apalagi budaya dan tradisi hampir sama, bagaimana tata cara pengelolaannya akan lebih bagus," kata Tjahjo di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis 25/10.Dipilihnya para kepala desa yang berprestasi untuk program pertukaran antara Indonesia – Malaysia sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi pemerintah. Setiap tahun, pemerintah memilih kepala desa teladan, terbaik, yang memiliki inovasi, untuk bisa transfer ilmu pengetahuan dalam tata kelola desa termasuk bentuk – bentuk pelatihan yang diharapkan meningkatkan kapasitas para aparatur desa .Tjahjo sangat antuasias saat berdialog dengan Datuk Seri Rina Mohd Harun. Setiap program yang berkenaan dengan pembangunan desa termasuk dalam peningkatan kapasitas aparaturnya sejalan dengan dengan butir ketiga Nawacita Pemerintahan Jokowi – JK, yaitu “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan” diharapkan dapat memberi warna baru dalam pembangunan desa di seluruh Indonesia. Program pembangunan desa dan peningkatan aparatur desa di dalamnya merupakan program strategis Presiden Jokowi dalam rencana pembangunan desa lima tahun ke depan. “Fokus peningkatan pembangunan di desa dari infrastruktur harus didukung dengan pembangunan insani aparatur desanya melalui pelatihan –pelatihan peningkatan kapasitasnya,” ujar menjelaskan, di Indonesia terdapat sekitar 74 ribu desa. Aparatur desa merupakan bagian dari pemerintahan pusat sampai daerah. Beberapa hal yang telah dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa, melalui peningkatan kualitas kapasitas aparatur pemerintahan Tjahjo, semangat dijalinnya kerja sama pelatihan kepala desa sejalan dengan Menteri Pembangunan Luar Bandar Malaysia, bahwa pembangunan desa maupun kota fokus pada pembangunan infrastruktur, kemudahan akses jalan, layanan dasar air bersih, kesehatan, pendidikan, peluang pekerjaan, dan pemberdayaan ekonomi. Kepala desa perlu diberi pelatihan untuk memberdayakan potensi ekonomi desa termasuk peluang kerja masyarakatnya sehingga masyarakat desa tidak perlu merantau ke kota, tapi fokus membangun desanya.

program kepala desa teladan